Variabel Penelitian

4 min read

Variabel Penelitian

Variabel merupakan suatu entitas yang esensial pada penelitian, sebab bila tidak ada variabel, keberlangsungan penelitian akan goyah. Variabel dalam penelitian merupakan faktor pengubah yang menjadikan sesuatu bisa menjadi sesuatu yang lain. Atau merupakan komponen yang bisa menentukan perubahan itu sendiri.

Pengertian

Berdasarkan KBBI variabel memiliki makna bisa berbeda-beda, berubah-ubah, bermacam-macam mengenai kualitas, mutu dan harga.

Peubah/Variabel adalah bentuk atau karakter yang sedang didalami dan diamati, dimana variabel memiliki suatu mutu, harga dan nilai yang bermacam-macam.

Berdasarkan penuturan lain variabel adalah entitas yang bisa ditentukan oleh peneliti untuk diketahui lebih lanjut. Dimana entitas tersebut bisa didapat informasinya selanjutnya peneliti akan menarik sebuah kesimpulan. Ini merupakan pendapat dari Sugiyono (2009: 60).

Variabel penelitian juga bisa disebut peubah penelitian, jadi yang dimaksud variabel dalam sebuah penelitian adalah konstruk atau sifat yang akan diteliti dan mempunyai nilai yang bervariasi. Dimana didalamnya biasanya terdapat variabel bebas (sebab) dan variabel terikat (akibat).

Bila disimpulkan secara umum variabel penelitian adalah suatu karakter, ciri, atribut atau mutu dari sebuah faktor sikap penentu aktivitas yang memiliki macam tertentu yang bisa ditentukan oleh peneliti untuk dipahami, dan selanjutnya diambil kesimpulan (hasil).

Memahami Variabel

Pada penelitian statistik, variabel bisa dimaksudkan atribut dari objek penelitian. Menentukan variabel yang akan diteliti merupakan esensi dari desain eksperimental yang bagus.

Contoh

Bila peneliti ingin menguji apakah sebuah spesies tanaman bisa lebih bertahan dan toleran terhadap garam daripada tanaman yang lain, terdapat beberapa variabel utama yang bisa peneliti ukur diantaranya adalah jumlah kandungan garam pada air, spesies tanaman yang dipelajari, dan variabel yang berhubungan dengan kesehatan tanaman mencakup pertumbuhan dan kelayuan.

Selain itu peneliti juga harus memahami jenis variabel yang digunakan untuk menentukan uji statistik yang relevan dan bisa menerjemahkan hasil studi/penelitian yang dilakukan.

Untuk mengidentifikasi jenis variabel peneliti bisa mengajukan dua pertanyaan, diantaranya adalah:

  • Jenis data apa yang terkandung dalam variabel?
  • Bagian eksperimen manakah yang diwakili oleh variabel?

Pengertian menurut para ahli

Variabel adalah objek atau atribut yang mempunyai variasi objek satu ke objek lainnya. Ini merupakan pendapat dari Hatch dan Farhady (1981).

Variabel adalah kejadian yang memiliki variasi mutu dan variasi pada nilainya, dimana hal tersebut bisa diukur dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Bhisma Murti (1996)

Variabel adalah mutu yang dipahami peneliti untuk selanjutnya akan ditarik kesimpulan pada saat penelitian berlangsung, penjabaran dari Kidder (1981).

Variabel merupakan konsep yang mempunyai variasi. Sementara itu konsep adalah abstraksi dari sebuah kejadian tertentu. Pemaparan dari Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007).

Variabel merupakan sifat atau konstruk yang dipahami peneliti. Misalnya adalah level penghargaan, jenis kelamin, jenjang pendidikan, pendapatan dsb. Selain itu variabel juga dapat disimpulkan sebagai karakter yang dinilai bervariasi. Dimana variabel merupakan sesuatu yang berbeda. Penuturan dari Kerlinger (1973).

Variabel terdiri dari karakter dan ciri yang dipunyai oleh suatu sampel dalam sebuah populasi yang bermacam-macam dengan apa yang dipunyai populasi lain. Selain itu pengertian dari variabel itu sendiri adalah karakter, ciri, atribut yang diperoleh dari penelitian mengenai konsep pengertian tertentu. Misalnya adalah jenis kelamin, umur, berat badan, pemahaman, pekerjaan dsb. Berdasarkan penuturan Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002).

Lihat juga: Jenis Penelitian

Jenis Variabel Penelitian

Variabel Bebas (Independen)

Variabel bebas merupakan variabel yang menimbulkan adanya sebab atau perubahan pada variabel terikat. Nama lain dari variabel bebas itu sendiri adalah independen, stimulus, prediktor dan eksogen.

Contoh Variabel Independent dan Dependent
Contoh Variabel Independent dan Dependent

Variabel Terikat (Dependen)

Sementara itu variabel terikat adalah variabel yang ditimbulkan karena adanya akibat dari variabel bebas. Nama lain dari variabel terikat itu sendiri adalah variabel dependen/kriteria/konsekuen/output/endogen.

Variabel Kontrol

Contoh Variabel Control

Pada variabel ini pengaruhnya bisa dikendalikan atau dikontrol. Ini menjadikan indikasi yang ditimbulkan dalam penelitian tidak berpengaruh. Bila disimpulkan pengaruh dari variabel bebas kepada variabel terikat tidak dapat mempengaruhi oleh aspek eksternal yang tidak diteliti.

Variabel Asing (Extraneous)

Variabel ini merupakan aspek pada penelitian yang memungkinkan mempunyai pengaruh pada variabel terikat, namun keberadaanya tidak diketahui.

Variabel ini cukup rawan dan riskan, ini disebabkan validitasnya bisa merusak penelitian. Bila tidak bisa dikontrol, variabel ini harus dipikirkan terlebih dahulu bilamana akan menginterpretasi sebuah hasil.

Variabel Moderator

Contoh Variabel Moderating

Fungsi dari variabel moderator adalah untuk menguatkan juga melemahkan nilai keterkaitan antar variabel bebas dan terikat. Variabel ini terletak di antara kedua variabel tersebut yakni variabel bebas dan variabel terikat dimana nama lain dari variabel moderator adalah variabel antara.

Posisi dari variabel moderator adalah memoderasi efek variabel independen ke variabel tergantung. Ini mengakibatkan variabel moderator akan menimbulkan perlemahan pada variabel lainnya.

Variabel Intervening

Contoh Variabel Intervening

Variabel ini dalam nilainya mempunyai sedikit atau beberapa efek keterkaitan kepada variabel bebas dan variabel terikat. Syarat agar variabel intervening ada adalah dua variabel bebas dan terikat sama-sama tidak dapat diukur atau diperiksa.

Variabel ini bisa juga disebut sebagai variabel mediasi, ini berdasarkan pada aktivitas abstrak yang tidak langsung bisa diperiksa namun mempunyai hubungan antara variabel bebas dan terikat.

Variabel ini diasumsikan sebagai variabel yang bisa menjabarkan hubungan variabel independen dan independen, namun dalam pertanggungjawabannya tidak ada, ini disebabkan variabel intervening tidak bisa dinilai, dikenal dan diukur.

Maka variabel intervening ini merupakan konsep abstrak, yakni argumen hipotesis yang diungkapkan peneliti sesuai penelitian rampung, sehingga ungkapan tersebut dinamakan saran dan rekomendasi.

Kaji juga: Penelitian Terdahulu

Tips Menentukan Variabel Penelitian

Dalam menentukan sebuah variabel tentu diperlukan beberapa cara dan tips agar penelitian bisa sesuai dengan tujuan. Berikut beberapa tips untuk menentukan variabel penelitian:

Menentukan dan Identifikasi Masalah Penelitian

Jika ingin menentukan variabel penelitian dengan baik, peneliti disarankan agar tahu dan paham mengenai masalah penelitian yang sedang dilaksanakan. Pengertian dari masalah penelitian itu sendiri adalah adanya gap antara teori dengan kenyataan. Dimana harapan tidak sesuai dengan teori atau harapan. Lebih lanjut bisa dilihat mengenai artikel masalah penelitian berikut.

Untuk bisa mengidentifikasi masalah, peneliti dituntut untuk bisa berpikir kritis. Dimana mereka harus bisa merinci setiap masalah yang ada. Contohnya adalah dengan mengurutkan satu demi satu ganjalan lalu tuliskan ganjalan tersebut lalu ambil yang paling harus diselesaikan secepatnya.

Kenali Aspek Elemen yang Berhubungan

Sesudah mengetahui masalah penelitian, berikutnya adalah memahami apa saja pengaruh sebab dan akibat. Dalam hal ini peneliti harus bisa menghubungkan setiap elemen apakah hal tersebut saling berhubungan atau tidak. Seperti mengetahui mana yang merupakan variabel bebas dan mana yang merupakan variabel terikat.

Temukan Penelitian Terdahulu

Dengan mengetahui sumber pengetahuan seperti menemukan penelitian terdahulu, penelitian yang dibuat pasti akan lebih berakar dan dalam. Penelitian terdahulu mencakup jurnal, buku atau teori yang  berhubungan dan mempunyai kesamaan dengan penelitian yang sedang digarap.

Bila jumlah penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang sedang digarap semakin banyak maka menemukan variabel penelitian akan semakin mudah.

Diskusi dengan Peneliti lain

Dengan berdiskusi dengan peneliti lain maka pemahaman, sudut pandang dan apa saja yang belum terpikirkan akan datang. Diskusi ini bisa dengan para ahli, teman sejawat ataupun dengan senior. Pastikan dalam melakukan diskusi, seorang peneliti bisa memiliki pikiran dan mental terbuka bila terdapat saran maupun kritik. Hal tersebut bisa membangung kebaikan dalam aktivitas penelitian yang sedang berlangsung.

Hubungan Variabel Penelitian

Esensi dari tujuan penelitian adalah mengetahui keterkaitan setiap variabel. Berikut beberapa jenis hubungan variabel dalam penelitian:

Hubungan Simetris

Jenis simetris akan berlaku jika dua variabel merupakan akibat dari faktor yang memiliki karakteristik sama. Dua variabel tersebut berhubungan secara manfaat, ini bisa dilihat antara hubungan siswa dan guru, pedagang dan pembeli dsb.

Hubungan tersebut juga bisa dilihat pada keterkaitan antara siswa yang berpakaian rapi dan memiliki prestasi cemerlang merupakan hubungan simetris.

Hubungan Asimetris

Hubungan ini merupakan hubungan variabel dimana variabel satu akan mempengaruhi variabel lain, namun tidak sebaliknya.

Hubungan Resiprokal

Hubungan resiprokal adalah keterkaitan dua variabel yang saling berbalasan. Artinya adalah variabel satu bisa merupakan sebab dan bisa juga akibat bagi variabel lain, ini juga berlaku pada kebalikannya. Ini mengakibatkan variabel tidak bisa diputuskan mana yang menjadi akibat mana yang menjadi sebab.

Misalnya adalah motivasi belajar dan kegembiraan belajar. Motivasi belajar bisa mengakibatkan kegembiraan dalam belajar dan sebaliknya.

Manfaat dan Parameter Variabel Penelitian

Manfaat Variabel

  • Agar instrumen dan metode pengumpulan data bisa siap.
  • Pengolahan dan analisis data bisa siap sedia.
  • Sebagai bahan uji hipotesis.

Parameter atau Kriteria Variabel penelitian yang baik

  • Sesuai dengan tujuan/misi penelitian.
  • Bisa dinilai dan diperiksa.
  • Pada aktivitas penelitian variabel harus bisa dikategorikan, dikenali dan didefinisikan secara jelas sehingga kesalahpahaman pada saat pengolahan,penghimpunan data serta pengujian bisa diminimalkan.

Contoh Variabel Penelitian

Contoh Variabel Penelitian Pendidikan

Contoh Variabel Penelitian Pendidikan

Contoh Variabel Penelitian Kuantitatif

Contoh Variabel Penelitian Kuantitatif

Contoh Variabel Penelitian Kualitatif

Contoh Variabel Penelitian Kualitatif

Kesimpulan

Dengan mengetahui peubah atau variabel penelitian diharapkan peneliti akan lebih paham apa yang nantinya akan dilakukan. Karena telah disebutkan di atas bahwa variabel merupakan faktor esensial dari penelitian. Ini akan menjadikan titik temu bagaimana sebuah penelitian bisa satu langkah kedepan dengan mengetahui faktor faktor dari peubah dan cara menentukan peubah (variabel).

Sumber:

https://study.com/academy/lesson/research-variables-dependent-independent-control-extraneous-moderator.html

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *