Purposive Sampling

2 min read

Purposive Sampling adalah

Saat melaksanakan penelitian, peneliti akan menggaet sampel dari populasi. Hal tersebut tentu terdapat cara dan metodenya yang mana didalamnya adalah teknik sampling. Secara keseluruhan terdapat beberapa teknik dalam mendapatkan sampel dalam penelitian. Dan salah satunya adalah purposive sampling.

Pengertian

Purposive sampling adalah teknik menentukan sampel dengan karakter ciri khas yang telah ditentukan lebih dahulu dan juga merupakan teknik sampling tidak acak atau (nonrandom sampling). Disini peneliti akan memilih teknik sampling dengan memilih karakter dan ciri khusus yang relevan dengan tujuan penelitian, yang nantinya tentu untuk memperoleh solusi dari masalah penelitian.

Berlandaskan penjabaran mengenai pengertian di atas bisa dikatakan terdapat dua faktor yang paling esensial dalam pemakaian teknik purposive sampling, yakni menentukan karakter ciri khusus dan non random sampling yang relevan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

Non random sampling merupakan sampling yang pada saat implementasinya tidak akan menaruh penerapan yang sama pada setiap sampel penelitian pada populasi. Sementara karakter ciri khusus akan dibuat parameternya oleh peneliti agar relevan dengan penelitian. Parameter tersebut nantinya akan diberi nama eksklusi dan inklusi.

Pengertian menurut para ahli

Purposive sampling adalah teknik pemungutan sampel dengan memikirkan dan menimbang beberapa hal khusus dan mempersiapkannya dengan matang, hal ini dimaksudkan agar dalam implementasinya pemungutan sampe bisa lebih representatif. Pendapat ini berdasar pada pemaparan Sugiyono.

Purposive sampling merupakan penentuan sampel yang berlandaskan pada karakter ciri khas tertentu yang telah ditetapkan dan diperkirakan. Hal ini merupakan pendapat dari Notoatmodjo

Purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel tidak acak atau nonrandom, namun berlandaskan perkiraan yang telah ditetapkan dan berfokus pada tujuan yang telah diatur sebelumnya. Ini dinukilkan dari pendapat Arikunto.

Baca juga: Studi Kasus

Tujuan Purposive Sampling

Misi utama dari purposive sampling itu sendiri adalah peneliti bisa menentukan dan memperkirakan parameter khusus yang menjadikan sampel bisa diambil sesuai dengan apa yang telah diperkirakan dan relevan dengan tujuan penelitian. Sehingga pemecahan masalah bisa didapat dan bisa memberikan sumbangsih nila yang representatif. Selain itu penelitian juga bisa memenuhi standar objektivitas.

Syarat Purposive Sampling

  • Ketika melaksanakan pemilihan karakteristik ciri khas dari subjek atau objek sampel, peneliti diwajibkan untuk melaksanakan penelitian pendahulu agar ketepatan hasil bisa dipastikan.
  • Sampel yang telah ditentukan harus relevan dan mempunyai ciri, karakter, sifat yang telah ditentukan.
  • Dari semua populasi yang telah diteliti dan dipilih menjadi objek atau subjek sampel penelitian, harus sesuai dengan tujuan penelitian.

Tahapan Pelaksanaan Purposive Sampling

  • Menetapkan tujuan penelitian secara jelas. Penetapan tersebut merupakan langkah krusial dan hal awal yang dilaksanakan agar sampel bisa ditentukan dan dipilih dengan baik dan sesuai.
  • Selanjutnya adalah menciptakan daftar parameter yang harus diperoleh dalam sampel penelitian yang relevan dan akurat.
  • Tentukan daftar populasi yang relevan dengan tujuan penelitian, serta pastikan bahwa subjek atau objek penelitian sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan.
  • Ciptakan aturan yang jelas pada saat menentukan daftar maksimal dan minimal sampel.
  • Melaksanakan penelitian terhadap sampel yang telah ditentukan sesuai dengan parameter yang telah diciptakan.

Lihat juga: Populasi dan Sampel Penelitian

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Purposive Sampling

  • Sampel yang telah ditentukan merupakan sampel yang relevan dengan tujuan penelitian.
  • Purposive sampel adalah teknik sampling yang sangat mudah saat digunakan dan diimplementasikan.
  • Sampel yang telah ditentukan seringkali merupakan sampel yang dapat dijumpai oleh peneliti dengan gampang.

Kekurangan Purposive Sampling

  • Dari segi Jumlah sampel yang dipakai tidak akan ada garansi akan representatif dengan apa yang telah diupayakan.
  • Teknik ini tidak bisa untuk menarik kesimpulan dari statistik dalam rangka untuk generalisasi.
  • Mungkin bukan teknik terbaik karena bisa saja tidak lebih baik dari teknik random sampling.

Baca juga: Kerangka Penelitian dan Hipotesis Penelitian

Rumus Purposive Sampling

Saat menggunakan rumus dalam menetapkan jumlah sampel pada purposive sampel, peneliti akan dihadapkan dengan pekerjaan yang rumit. Ini dikarenakan jika peneliti sudah memahami jumlah populasi pasti, namun populasi yang ada tidak memadai maka peneliti harus berupaya untuk mengimplementasikannya ke rumus simple random sampling.

Maka dari itu proses penelitian akan tergantung sepenuhnya pada kebijakan peneliti, apakah akan lebih mementingkan jumlah yang sesuai atau mementingkan pada syarat sampel yang ketat.

Purposive Sampling

Contoh Purposive Sampling Penelitian

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *