Kerangka Penelitian

4 min read

Kerangka Penelitian dari Konsep dan berpikir

Pada umumnya kerangka penelitian dibuat dalam rupa proposal, dimana kerangka tersebut terdapat struktur sendiri yang berlandaskan pada rancangan penelitian. Agar penelitian bisa on track atau lebih terstruktur kerangka penelitian harus dibuat.

Pengertian

Kerangka penelitian adalah konsep pada penelitian yang saling berhubungan, dimana penggambaran variabel satu dengan lainnya bisa terkoneksi secara detail dan sistematis. Hal tersebut dilakukan agar penelitian bisa lebih mudah dipahami karena nantinya dalam laporan penelitian penyampaiannya bisa runtut.

Kerangka penelitian harus dibuat terlebih dahulu sebelum membuat tahap-tahap penelitian, ini berfungsi agar persiapan dalam penelitian lebih matang. Selain itu kerangka penelitian bisa membuat kedalaman penelitian tetap terjaga.

Kerangka Berpikir Penelitian

Kerangka berpikir adalah sebuah aturan, taktik dan cara agar bisa memperoleh sebuah pengetahuan. Selain itu kerangka berpikir penelitian dapat digunakan untuk menguji salah benar dari sebuah hipotesis.

Bantuan nyata dari kerangka berpikir ini adalah dengan memasukan metode ilmiah, ini berfungsi agar peneliti bisa mencari fakta baru secara terus menerus. Selain karena metode ilmiah memiliki sistematika yang sudah tetap dan teruji, juga bisa mengulas pengetahuan yang telah ada.

Kerangka Teori Penelitian

Kerangka konsep penelitian adalah suatu koneksi dari satu konsep dengan konsep lainnya, ini berhubungan dengan topik dan isu yang ada dalam penelitian.

Misi diciptakannya kerangka konsep ini adalah erat kaitanya dengan isu dan topik permasalahan yang akan diteliti. Dimana kerangka ini adalah hasil analisis dan pengumpulan penelitian terdahulu/tinjauan pustaka.

Kerangka konsep penelitian sangat penting dalam kelangsungan penelitian, karena dengan menyimak penelitian terdahulu/tinjauan pustaka yang berkaitan dengan penelitian maka peneliti bisa lebih tahu big picture dari topik atau isu yang sedang diteliti.

Penelitian terdahulu atau tinjauan pustaka ini terdiri dari pengetahuan berupa konsep, karakter, prinsip, teori, hukum). Dimana hal tersebut bisa membantu untuk membuat kerangka konsep penelitian.

Kerangka Konsep Penelitian

Terdapat dua kerangka konsep penelitian yakni kualitatif dan kuantitatif, berikut merupakan contoh dari kedua kerangka tersebut, bisa dilihat di artikel laporan penelitian.

Atau dengan contoh gambar:

Ini adalah penjabaran mengenai kerangka konsep penelitian lebih lanjut:

Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan terdapat faktor yang krusial untuk kelangsungan penelitian, diantaranya adalah rumusan masalah, ruang lingkup, identifikasi dan rumusan masalah, misi penelitian, kegunaan dan hubungan penelitian dengan dunia nyata.

Kandungan Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Pada bagian ini terdiri dari data yang terkait dengan kejadian atau esensi penelitian yang menjadi dasar tujuan dilaksanakannya penelitian.

Identifikasi Masalah

Pada tahap ini peneliti akan memeriksa, rekognisi dan mengontrol apapun yang berkaitan erat dengan masalah dalam penelitian.

Rumusan Masalah

Kandungan dari rumusan masalah adalah dasar prosedur bagi ilmuwan (peneliti) berupa cara memperoleh informasi yang sesuai dengan isu penelitian. Seringkali rumusan masalah berupa kalimat tanya.

Misi Penelitian

Pada bagian ini peneliti akan menyampaikan apa saja yang ingin dicapai dalam penelitian yang dilaksanakan.

Kegunaan Penelitian

Merupakan ambisi dan cita-cita peneliti pada penelitian yang dilakukannya. Meliputi hasil dan proses yang dilaksanakan.

Kajian Pustaka

Pada bagian kajian pustaka ini memuat variabel yang berhubungan dengan penelitian terdahulu/sebelumnya. Kajian pustaka merupakan salah satu bagian penelitian yang wajib ada.

Ini dikarenakan peneliti harus bisa mendapatkan pemahaman yang luas dari sebuah penelitian, sehingga pengetahuan yang berkaitan dengan hipotesis dan topik masalah bisa didapatkan.

Pada kajian pustaka di metode penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki disimilaritas yang mendasar.

Bila pada penelitian kuantitatif hipotesis adalah jawaban temporer yang harus ada buktinya, sedangkan pada kualitatif hipotesis ditiadakan ini dikarenakan hipotesis tidak diperkenankan untuk memiliki prasangka sebelum melaksanakan sebuah penelitian.

Kandungan Kajian Pustaka

Kajian Teori

Pada bagian ini kajian teori merupakan pengutaraan istilah konsep, teori dari para cendekiawan yang ahli dalam bidangnya mengenai variabel yang akan diteliti. Teori dari para cendekiawan ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian, ini bertujuan agar penelitian bisa dikembangkan sesuka peneliti untuk mendapatkan solusi dari masalah yang ada pada rumusan masalah.

Hasil Penelitian

Merupakan proses akhir dari penelitian berupa hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian memberitahukan bahwa penelitian yang telah dilaksanakan bisa untuk menolong peneliti lain dalam memperoleh sumber dari penelitian yang akan dikembangkannya.

Kerangka Berpikir

Berlandaskan keperluan kerangka berpikir, bagian ini menjadi salah satu prioritas untuk penalaran berpikir dari sebuah penelitian. Fungsi dari kerangka berpikir adalah untuk memahami esensi pengetahuan lainya.

Adanya kerangka berpikir ini juga bisa untuk mempermudah peneliti dalam menguasai, memahami dan memperjelas sebuah topik/isu/masalah yang akan dijabarkan.

Jika diteliti lebih jauh kerangka berpikir memiliki kecenderungan untuk mengkoneksikan antar variabel yang ada dalam konsep, pengetahuan, data dan masalah dari penelitian. Arti dari variabel itu sendiri merupakan semua yang menjadi objek penelitian yang akan dilaksanakan.

Jenis Variabel

Pada penelitian variabel memiliki jenis yang bermacam-macam, berikut penjelasan variabel dalam penelitian:

  1. Variabel Intervening, merupakan variabel yang bisa ditelaah secara teoritis akan bisa mengkoneksikan variabel terikat dengan variabel bebas, tetapi hasilnya tidak dapat diamati.
  2. Variabel Independen (Bebas), adalah variabel yang mempunyai nilai, namun sangat memungkinkan berdampak ke variabel yang lainnya.
  3. Variabel Moderator, merupakan variabel yang bisa memberikan dampak yang kuat pada sebuah hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat.
  4. Variabel Terikat (Dependen), adalah variabel yang mempunyai koneksi dengan variabel bebas dan bisa berdampak pada suatu akibat.

Hipotesis

Pengertian dari hipotesis itu sendiri merupakan anggapan yang memiliki sifat temporal dan teoritis. Pada penelitian kuantitatif hipotesis akan digunakan, sementara pada penelitian kualitatif tidak digunakan ini dikarenakan asumsi awal dari penelitian akan dapat mengacaukan objektivitas ilmuwan atau peneliti.

Manfaat Hipotesis
  • Hipotesis akan bisa menjabarkan asumsi sementara tentang kejadian. Selain itu bisa membantu peneliti untuk memperdalam wawasan dan pengetahuan peneliti.
  • Hipotesis bisa bermanfaat untuk menguji sebuah dugaan, asumsi dan pernyataan pada sebuah penelitian.
  • Arah dan tujuan dari penelitian akan lebih on track dan tepat sasaran.
  • Hipotesis bisa berguna untuk menjelaskan kerangka yang ada, kerangka tersebut bisa berfungsi untuk laporan/kesimpulan dari penelitian.

Metode Penelitian

Pengertian dari metode penelitian adalah semua yang berkaitan mengenai prosedur, konsep, metode dan ketentuan yang digunakan pada penelitian. Metode bisa diidentikan dengan sebuah proses, prosedur, tata cara dan prinsip yang sering digunakan untuk memperoleh solusi dari sebuah masalah.

Kandungan  Metode Penelitian

Waktu dan Lokasi/Wilayah Penelitian

Ketika pelaksanaan penelitian, peneliti harus memikirkan tempat dan waktu yang ada. Salah satunya adalah mengatur dan mengelola waktu kerja penelitian secara detail mulai dari pembubuhan rencana penelitian hingga kesimpulan hasil penelitian. Selain itu wilayah atau tempat penelitian juga harus jelas, dimana wilayah tersebut bisa dijangkau dan mudah untuk ditempati.

Jenis Penelitian

Peneliti harus pas dalam pemilihan jenis penelitian karena hal tersebut bisa mempengaruhi dalam menentukan metode dan pendekatan yang akan digunakan.

Sumber Data

Secara umum informasi atau data memiliki dua macam, yaitu informasi/data primer dan informasi/data sekunder. Data sekunder merupakan data yang telah ada sebelumnya, data jenis ini tidak perlu digali langsung dalam penelitian, misalnya adalah, jurnal ilmiah, buku, monografi dll. Sedangkan data primer adalah data yang diperoleh peneliti pada penelitian yang berlangsung di lapangan, misalnya adalah observasi, survei, wawancara, angket dll.

Teknik Penghimpunan Data

Pada bagian ini dijabarkan tentang cara yang digunakan oleh peneliti ketika menghimpun informasi atau data di lapangan. Terdapat dua jenis data yakni kuantitatif dan kualitatif. Kualitatif identik dengan pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Sementara kuantitatif penghimpunan datanya menggunakan cara angket, kuesioner dan survei.

Teknik dan Cara Analisis Data

Pada bagian ini diuraikan cara dan bagaimana aktivitas pengerjaan, pengolahan dan penggarapan data oleh peneliti. Pada teknis analisis data kuantitatif data akan diproses dengan coding, editing dan tabulating. Sementara teknik penelitian kualitatif, data akan diproses dengan reduksi data, presentasi data dan membuat kesimpulan.

Simak juga: Rancangan Penelitian

Kesimpulan

Bila diperhatikan secara seksama, kerangka penelitian merupakan hal yang krusial dalam sebuah penelitian. Sehingga dalam pembuatanya peneliti harus memperhatikan dengan betul sistematika penulisannya, ini agar penelitian bisa runtut sesuai dengan kaidah.

Dari tiap butir kerangka penelitian, seorang peneliti harus bisa menguasainya agar dalam penelitian bisa mempunyai hasil yang mudah dan pengerjaanya bisa lebih baik dan efisien.

Demikian merupakan penguraian mengenai kerangka penelitian dari aktivitas penelitian.

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Pendekatan Penelitian

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *