Penelitian Studi Kasus

3 min read

Pengertian penelitian studi kasus adalah

Penelitian studi kasus sering digunakan oleh peneliti itu memeriksa dan mendalami suatu permasalah. Dimana didalamnya mencakup ‘kasus’ dari suatu individu, grup, kelompok masyarakat, peristiwa, dan sikap individu akan sesuatu dengan memperitmbangkan konteks tempat dan waktu

Pengertian

Studi kasus adalah sebuah teknik penelitian atau riset empiris yang mendalami sebuah indikasi masalah, topik dan isu yang ada di dunia. Teknik ini bisa menggunakan data kualitatif ataupun kuantitatif tergantung kegunaan dan tujuan dalam pengembangannya. Penelitian ini bisa merupakan studi kasus tunggal maupun ganda.

Secara sederhana studi kasus adalah analisis mendalam mulai dari eksploratif dan deskriptif pada diri individu, grup ataupun kejadian. Dimana didalamnya menyelidiki penyebab apa saja yang menjadi faktor seseorang bertindak.

Pengertian menurut para ahli

Menurut Feagin, Orum, & Sjoberg, Studi kasus merupakan metode penelitian yang memerlukan analisa dari berbagai macam perspektif dan bukan berpusat pada satu individu saja (objek penelitian). Selain itu peneliti juga harus fokus pada faktor lain pada grup yang berhubungan dengan objek penelitian, ini berguna agar kedalaman informasi bisa lebih kuat.

Menurut Yin (1996), Studi kasus bisa dideskripsikan sebagai aktivitas penemuan fakta dan pengetahuan empiris untuk meneliti banyak kejadian yang sesuai dengan konteksnya. Berdasarkan pemaparan Yin ini juga mengatakan bahwa studi kasus dapat diimplementasikan pada kejadian dan konteks yang memiliki batasan yang jelas. Serta terdapat sumber data yang jelas.

Studi kasus adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengetahui dan mendalam sebuah fenomena tentang individu. Selain itu studi kasus juga memerlukan sumber data/informasi yang bersumber dari cara lain (metode lain). Ini bertujuan agar data atau informasi yang didapat bisa mendalam dan luas. Berdasarkan penuturan Bimo Walgito (2010).

Berdasarkan pemaparan Pollit & Hungler (1990), studi kasus mempunyai pokok utama pada pemilihan pertanyaan yang lebih mendalam mengenai masalah. Misalnya adalah, kenapa suatu individu bertindak, berpikir, atau mencari jati diri dsb.

Pokok utama ini menurut pandangan Pollit & Hungler adalah sebuah hal yang esensial, ini dikarenakan dalam prosesnya memerlukan proses analisis yang ketat, bukan berpokok pada latar belakang status, ataupun benda yang dimilikinya.

Studi kasus adalah penelitian yang mempunyai cara analisis yang berfokus pada tindakan yang dilaksanakan individu atau kelompok dari pada latar belakangnya. Selain itu cara analisis tersebut merupakan hal yang paling esensial dalam implementasi studi kasus, meskipun begitu dalam penerapannya harus tetap fleksibel. Pendapat dari Tellis (1997).

Jenis Studi Kasus

Secara umum studi kasus dibagi dalam beberapa jenis umum, setiap jenisnya dipilih dan digunakan berdasarkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai. Berikut beberapa jenis dari studi kasus:

Studi kasus Ilustratif

Sifat dari studi kasus ilustratif adalah deskriptif dimana didalamnya terdapat tujuan untuk dapat menjabarkan kondisi, kejadian, peristiwa tertentu. Dengan mendeskripsikan berbagai latar masalah yang dibarengi dengan pemecahan masalah yang detail.

Studi kasus Eksplorasi

Studi kasus ini  berfokus pada pelaksanaan dan pengimplementasian penelitian dengan skala yang besar. Fungsi dasar dari studi kasus eksplorasi adalah untuk mengenali dan mengidentifikasi pertanyaan dan menentukan jenis skala yang dipilih sebelum melanjutkan ke sesi penelitian utama.

Hal yang paling diwaspadai dari studi kasus ini adalah bahwa temuan awal mungkin bisa cukup meyakinkan, namun disini diingatkan bahwa untuk tetap skeptis sebelum menarik kesimpulan akhirnya.

Studi Kasus Kumulatif

Studi kasus ini bermanfaat untuk mempersingkat data yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber pada waktu yang berbeda. Ide dari studi kasus ini adalah pada saat pelaksanaan pengumpulan penelitian terdahulu, bisa dilakukan dengan waktu dan biaya yang efisien, sehingga saat melakukan proses generalisasi tidak dilakukan berulang.

Studi kasus yang satu ini sangat berfungsi guna memperpendek informasi yang sudah dilakukan, mengumpulkan dari berbagai periode dan waktu yang sangat berbeda. Dengan tujuan studi kasus kumulatif adalah dapat digunakan guna analisis informasi yang sudah dikumpulkan untuk menyamaratakan penyelidikan masa lalu guna menghemat biaya dan waktu ketika dengan melakukan penyelidikan dengan berulang-ulang.

Critical Instance Case Studies

Maksud studi kasus ini adalah untuk memeriksa lebih dari satu sumber data sehingga sesuatu yang memiliki perbedaan kecil atau masalah yang susah diketahui bisa dipahami. Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan sebab dan akibat. Dimana kejadian, fenomena umum yang biasa ada di masyarakat dapat dipertanyakan ulang sehingga transformasi besar kemungkinan akan terjadi.

Studi Kasus Penyelidikan

Studi kasus ini berfungsi untuk menyediakan data sebelum melaksanakan penelitian. Misi sesungguhnya dari studi kasus ini adalah agar proses identifikasi dan pengenalan pertanyaan penelitian bisa ditentukan berdasarkan skala prioritas.

Studi Kasus Eksplanatori

Jenis studi kasus ini berguna untuk menuntaskan pertanyaan dari ‘mengapa’ & ’bagaimana’. Studi kasus ini dipakai apabila sudah buntu dengan kejadian yang sulit dijabarkan. Eksplanatori ini memiliki tujuan untuk mengentaskan masalah pada kejadian yang ada dalam skala besar.

Dalam prosesnya studi kasus ini lebih cocok digunakan untuk pada masalah yang bisa dipahami dalam bentuk baku, bukan pemahaman yang berbentuk penafsiran. Sehingga data yang dihasilkan lebih ke data hitungan dimana dalam proses analisisnya lebih pada statistik, Maka dari itu sifatnya cenderung pada kuantitatif.

Pelajari juga: State of The Art

Tujuan Studi Kasus

Berikut merupakan tujuan dari penelitian studi kasus yang perlu diketahui:

  • Mengenali masalah pokok dari sebuah kasus yang ditangani.
  • Bisa untuk analisis sebuah kasus memakai konsep teori yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan tertentu.
  • Bisa untuk mendeskripsikan keadaan suatu individu atau kasus dengan detail dan jelas. Contohnya pada bisnis, lembaga, institusi, organisasi dan individu (orang).
  • Bisa untuk mengetahui dan saran apa saja yang harus dilakukan pada sebuah kasus (masalah).

Pada bidang ilmu yang lebih khusus, terdapat tujuan dari studi kasus, berikut beberapa penjelasannya:

  • Pada bidang pengetahuan, tujuan studi kasus adalah mengakomodasi ilmuwan untuk eksperimen dan mencoba hal baru sehingga bisa memperoleh teori baru. Ilmuwan bisa menghasilkan hipotesis sesuai dengan keinginan mereka dan mengembangkan sesuai dengan studi kasus yang pas.
  • Pada bidang sosiologi, tujuan studi kasusnya merupakan mengamati dan memeriksa kegiatan sikap masyarakat mulai dari komunitas, grup, kelompok dan organisasi. Sehingga tau interaksi dan komunikasi apa yang dibangun.
  • Pada bidang psikologi, tujuan utama studi kasusnya adalah mendapatkan data mengenai perilaku, sikap, otak dan apa itu kognitif dalam diri manusia.

Contoh Penelitian Studi Kasus

Contoh Penelitian Studi Kasus

Kesimpulan

Studi kasus seringkali dipakai pada penelitian kualitatif dan kuantitatif pada pendidikan dan ilmu sosial. Misalnya adalah studi kasus pada ranah pendidikan yaitu menyelidiki perkembangan keterampilan berpikir kritis pada siswa SMA yang sudah beralih dari berpikir menghafal menjadi berpikir analitik.

Contoh tersebut merupakan cara yang pas agar studi kasus digunakan sesuai dengan porsi serta tujuan yang ingin diraih. Maka dari itu pengenalan atau identifikasi masalah pada studi kasus menjadi penting.

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Case_study

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *