State of The Art

2 min read

State of The Art Penelitian adalah

Setiap apa yang akan dihasilkan atau apa yang akan dilakukan tentu terdapat parameter dan standar tertentu agar setiap kualitas akan tetap terjaga. Begitu Pula dengan adanya State of The Art pada penelitian.

Pengertian

State of The Art penelitian adalah perengkuhan hasil tertinggi dan maksimal dari sebuah pengembangan yang biasanya terbentuk dari alat, produk, metode, media, aktivitas penelitian dsb yang direngkuh pada waktu tertentu sebagai buah dari implementasi metodologi yang telah ada pada zamannya.

Hasil tertinggi yang dimaksud juga harus menilik konteks waktu dimana pencapaian tersebut diraih, misalnya pencapaian pendaratan NASA di bulan dan pembuatan perangkat iPhone.

Istilah State of The Art (SOTA) telah umum dipakai sejak tahun 1910 dimana istilah tersebut sering digunakan pada pemasaran, periklanan, penelitian dan frasa lain di bidang hukum dan paten.

Pada bidang periklanan, frasa dari maksud state of the art ini sering disampaikan pada produk yang dibuat dengan teknologi terbaru dan terbaik pada masanya.

Ini menjadikan state of the art sering diartikan sebagai kata canggih (leading edge atau cutting edge). Dimana maksudnya juga bisa berarti langkah terbaru dan paling canggih dari teknologi, seni, ilmu pengetahuan dan metode penelitian.

Pada penelitian State of the art (SoTa) adalah langkah untuk mempresentasikan kebaruan dari hasil penelitian yang dilakukan. Menjadi yang pertama mencetuskan sesuatu ide, produk dan pemecahan masalah merupakan dasar dari adanya penelitian.

Hasil penelitian yang memperoleh hadiah Nobel adalah penelitian yang memiliki kebaruan. Dan tidak ada peneliti lain yang sudah pernah mempresentasikan hasil yang sama. Hal tersebutlah penelitian yang menghadirkan SoTa didalamnya, dimana hasil penelitian belum pernah ada sebelumnya.

Manfaat State of The Art Penelitian

Selain mempresentasikan kebaruan pada hasil penelitian, State of The Art pada penelitian mempunyai manfaat dan sifat penting lainnya, diantaranya adalah:

  • Dengan adanya SoTA, peneliti akan memperoleh informasi mengenai masalah penelitian yang akan diteliti. Salah satunya adalah dengan membaca literatur atau penelitian terdahulu yang berhubungan, hal tersebut akan menjadikan peneliti lebih mudah memahami dan menganalisis masalah penelitian.
  • Membuktikan bahwa masalah penelitian yang sedang diteliti mempunyai hubungan atau relevansi.
  • Dengan adanya SoTA penelitian yang dilakukan akan menunjukan pendekatan yang berbeda dalam menemukan sebuah solusi. Dengan bervariasinya pendekatan yang berbeda, peneliti bisa mengevaluasi pendekatan yang ada, dan menyadari hal yang perlu diperbaharui atau dikurang.
  • SoTA juga bisa bermanfaat agar peneliti bisa mengetahui hasil penelitian terdahulu yang bisa dijadikan rujukan dan yang tidak.

Baca juga: Penelitian Induktif dan Deduktif

Cara Menyusun State of The Art

Untuk bisa menulis SoTA yang baik dibutuhkan pendefinisian masalah yang detail dan jelas. Jika peneliti gagal mendefinisikan masalah, maka peneliti sudah dipastikan akan gagal menulis atau membuat SoTA yang baik.

  • Ini dikarenakan, peneliti akan kewalahan dalam mengetahui penelitian yang berhubungan dengan apa yang akan diteliti. Jadi bila peneliti mempunyai masalah dengan pendefinisian tersebut maka sebisa mungkin untuk memperbaikinya. Berikut beberapa petunjuk untuk menulis atau membuat State of The Art:
  • SoTA bukanlah pekerjaan yang mudah dan linier, sehingga dalam membuatnya harus perlahan dimana dalam membuatnya peneliti akan menulisnya setiap saat ketika membuat laporan atau makalah. Mengetahui perkembangan dan menyadari apa yang sedang dilakukan peneliti lain adalah sebuah keharusan, dimana peneliti harus sering mencatat hal yang penting dan tulis setiap temuan yang telah dibaca.
  • Pilih dengan kritis dan teliti saat menentukan literatur yang dibaca, jangan baca semuanya. Salah satu kriteria penting untuk memilih literatur adalah memastikan bahwa literatur tersebut merupakan berasal dari sumber yang terpercaya, jurnal terkenal, terpublikasi dan peer-review.
  • Berhenti membaca sumber yang tidak penting, buatlah daftar literatur dimana terdapat batasan pada jumlahnya, misal 10-20 jurnal.
  • Habiskan waktu untuk melakukan analisis dan jangan membuat ringkasan
  • Berikan kredit pada penelitian atau literatur terdahulu! Tidak menghargai penelitian orang lain merupakan sebuah pelanggaran yang disebut plagiarisme.
  • Tingkatkan kemahiran dalam menulis, ini dilakukan agar pekerjaan mencari literatur dan literatur apa yang harus dimasukan  bisa terseleksi dengan baik.

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *