Teknik Pengumpulan Data

2 min read

Teknik Pengumpulan Data

Setiap penelitian mempunyai teknik pengumpulan data yang khas, karena setiap hasil yang diinginkan berbeda tentu menjadikan teknik pengumpulan data jadi bermacam-macam tergantung jenis penelitiannya.

Teknik pengumpulan data pada penelitian kuantitatif tentu akan sangat berbeda dengan penelitian kualitatif.

Begitu juga penghimpunan data untuk dianalisis berbeda dengan penghimpunan data yang digunakan untuk statistik.

Pengertian

Teknik pengumpulan data merupakan aspek paling esensial dalam sebuah aktivitas penelitian. Teknik yang dibutuhkan dalam penelitian adalah yang paling tepat sasaran. Karena bila dalam aktivitas pengumpulan data terdapat error atau kesalahan maka dalam aktivitas selanjutnya yakni analisis menjadi lebih susah. Terlebih dalam hasil akhir seperti menarik kesimpulan juga akan menjadi kurang valid dan tidak jelas.

Misi utama dari pengumpulan data itu sendiri adalah untuk memperoleh data yang reliabel dan valid, ini bertujuan agar kesimpulan dan hasil penelitian bisa solid dan terpercaya sehingga tujuan penelitian bisa tercapai.

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti tentu sudah mempunyai asumsi dari teori yang dipakai, asumsi atau bisa dinamakan juga hipotesis. Dimana hipotesis ini nantinya memerlukan penghimpunan data yang lebih dalam dan luas agar keterujiannya bisa terbuktikan.

Teknik pengumpulan data bisa dilaksanakan berdasarkan metodologi penelitian yang digunakan, bila penelitian tersebut adalah kuantitatif maka teknik pengumpulan data yang bisa digunakan adalah kuesioner (angket), dokumentasi dan wawancara. Sementara penelitiannya adalah kualitatif maka teknik pengumpulan data bisa berupa wawancara mendalam, focus group discussion, studi kasus dan observasi.

Setelah mengetahui pengertian teknik pengumpulan data, pembaca bisa melihat jenis data penelitian, agar bisa lebih memahami mengenai data dari penelitian.

Baca juga: State of The Art

Teknik Pengumpulan Data

Terdapat metode atau teknik pengumpulan data yang bisa dilaksanakan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tujuan dan hasil yang akan diraih sangat berpengaruh dalam menentukan teknik pengumpulan data, untuk lebih jelasnya berikut merupakan apa saja yang termasuk teknik pengumpulan data pada penelitian beserta penjelasannya:

Wawancara

Teknik pengumpulan data kali ini merupakan wawancara, wawancara adalah sesuatu yang dilaksanakan dengan cara bertatap muka secara langsung disertai dengan tanya jawab kepada narasumber oleh peneliti. Dalam wawancara sendiri bisa diklasifikasikan menjadi dua yakni wawancara tidak terstruktur dan wawancara terstruktur.

Wawancara tidak terstruktur

Maksud dari wawancara ini adalah bahwa peneliti bebas dalam wawancara. Pada wawancara ini peneliti tidak memakai panduan wawancara dengan pertanyaan detail, namun pertanyaannya berupa unsur penting dari masalah penelitian yang harus dikuak dari responden. Biasanya teknik ini digunakan pada penelitian kuantitatif.

Wawancara terstruktur

Pada wawancara ini, peneliti sudah memahami segala informasi yang akan dikuak dan diperdalam dari sumber informasi dalam hal ini narasumber. Karena sudah tahu apa yang akan dikuak, peneliti telah menciptakan sebuah list pertanyaan yang terstruktur.

Agar jalannya wawancara (pengumpulan data) berjalan lancar peneliti diharapkan membawa alat bantu yang berguna seperti, kamera ataupun perekam suara. Seringkali metode ini dipakai pada penelitian kualitatif yang mengedepankan kedalaman data/informasi.

Studi Dokumen

Ini merupakan teknik atau metode pengumpulan data yang memeriksa jenis dokumen yang bermanfaat untuk analisis. Ini merupakan teknik yang tidak langsung menggali informasi dan data dari subjek penelitian seperti manusia. Dalam pemanfaatanya dokumen bisa diklasifikasikan menjadi dua, yakni:

Dokumen sekunder

Data atau dokumen sekunder ini didapatkan berlandaskan hasil temuan dari orang lain.

Dokumen primer

Data atau dokumen primer merupakan dokumen yang didapat berlandaskan cerita langsung dari saksi kejadian.

Angket (kuesioner)

Teknik ini adalah pengumpulan data penelitian yang dilaksanakan dengan metode membuat pertanyaan tertulis lalu diserahkan kepada responden untuk ditanggapi. Kuesioner seringkali digunakan pada penelitian kuantitatif yang harus menghimpun sumber data yang jumlahnya banyak dengan persebaran lokasi yang jauh.

Sementara itu kuesioner atau angket ini juga bisa diklasifikasikan menjadi dua, ini berlandaskan jenis pertanyaan yang diajukan, yaitu kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka.

    • Kuesioner tertutup merupakan kuesioner yang membuat pertanyaan yang nantinya akan disediakan pilihan jawaban kepada objek penelitian. Ini mengingatkan kita pada pilihan ganda pada soal ujian.
    • Kuesioner terbuka merupakan kuesioner yang nantinya akan menyediakan pertanyaan dengan jawaban sesuai kemauan objek penelitian. Bila dianalogikan ini seperti soal esai pada ujian.

Namun dalam usaha penelitian untuk menghasilkan hasil yang baik, kuesioner ada juga yang berupa semi terbuka, yakni gabungan antara kuesioner tertutup dan terbuka. Dimana didalamnya menyediakan jawaban pilihan ganda dan esai.

Focus Group Discussion (FGD)

FGD merupakan teknik pengumpulan data dengan cara diskusi mendalam secara serempak dengan narasumber lainnya mengenai isu penelitian sehingga pemahaman dan pandangan dari narasumber bisa tersampaikan. Narasumber disini bisa disebut sebagai sampel dari penelitian, dan lebih berfokus pada pemahaman peneliti terhadap perspektif objektif dari suatu grup masyarakat.

Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang rumit, ini disebabkan dalam implementasinya terdapat banyak aspek. Teknik observasi dalam praktiknya tidak hanya menilai perangai dari narasumber, akan tetapi juga bisa dipakai untuk melihat kejadian yang ada di lapangan.

Metode atau teknik observasi sangat baik bila dimanfaatkan untuk tujuan memahami sikap seseorang, aktivitas kerja dan indikasi-indikasi yang terjadi dilapangan. Teknik pengumpulan data observasi ini bisa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

Non Participant Observation

Berlainan dengan observasi partisipasi, pada observasi ini peneliti akan melakukan observasi secara tidak langsung dalam mengamati sumber data yang akan diperoleh.

Participant Observation

Pada observasi ini peneliti akan secara langsung berpartisipasi pada aktivitas narasumber yang sedang diteliti sebagai sumber informasi/data.

Laporan Penelitian

Harys
3 min read

Analisis Data

Harys
8 min read

Purposive Sampling

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *