Jenis Penelitian

3 min read

Tipe dan Jenis Penelitian

Penelitian merupakan proses sistematis dan logis untuk mencari informasi baru dan bermanfaat dari topik atau masalah tertentu.

Dalam ranah ilmiah maupun non-ilmiah, penelitian sangat penting dalam perkembangannya, terutama untuk mendapatkan data/informasi dan fakta baru.

Dalam perkembangan zaman terdapat dinamika yang terus berkembang inilah yang menyebabkan dalam keseharian yang ada, terdapat hambatan, masalah, kejadian baru yang terjadi setiap hari.

Sehingga mau tidak mau untuk mengatasi segala masalah yang ada dibutuhkan solusi dan saran untuk menanggulangi masalah yang ada. Dalam hal ini ilmuwan menggunakan penelitian atau riset untuk menemukan penyebab, solusi, penjelasan dan penerapan dari masalah yang ada.

Secara garis besar penelitian diklasifikasikan menjadi dua kelas utama yakni penelitian dasar (fundamental/basic research) dan penelitian terapan (applied research). Penelitian dasar dan terapan secara umum terdapat dua jenis yakni penelitian normal dan penelitian revolusioner.

Pada ranah tertentu, penelitian normal sering kali diterapkan dengan aturan, konsep dan prosedur ketat dimana hal tersebut dinamakan paradigma. Selain itu penelitian dasar dan terapan bisa bersifat kualitatif atau kuantitatif atau bahkan keduanya (penelitian campuran).

Penelitian Dasar (Basic or Fundamental Research)

Penelitian dasar merupakan investigasi mengenai prinsip-prinsip dasar dan alasan terjadi suatu fenomena, proses, peristiwa tertentu yang selanjutnya dijelaskan oleh hasil penelitian. Penelitian dasar juga bisa disebut penelitian teoritis. Studi mengenai beberapa fenomena alam yang berkaitan dengan sains juga bisa disebut penelitian dasar.

Hasil dari penelitian dasar terkadang tidak mengikutsertakan penerapannya secara langsung. Karena penelitian ini yang berfokus pada teori dan pemecahan masalah secara praktis dan terus menerus. Hasil dari penelitian dasar merupakan landasan pertama untuk banyak penelitian terapan.

Penelitian Dasar (Basic Research)

  • Mencari hal umum (generalisasi)
  • Bertujuan pada proses dasar
  • Berusaha menjelaskan mengapa sesuatu terjadi
  • Mencoba memperoleh semua fakta mengenai penelitian
  • Melaporkan hasil penelitian

Simak juga: Penelitian Studi Kasus

Penelitian Terapan (Applied Research)

Pada penelitian terapan ini lebih cenderung pada pemanfaatan penerapan aplikasi baru. Karena pada penelitian terapan, ilmuwan akan memecahkan masalah dengan memakai teori dan prinsip yang sudah dikenal dan diterima.

Penelitian studi kasus dan eksperimental merupakan jenis dari penelitian terapan. Sehingga penelitian jenis ini merupakan penggunaan praktis untuk aktivitas yang berlangsung saat ini yang memiliki jangka waktu tertentu.

Dari kedua penelitian dasar dan penelitian terapan terdapat perbedaan yang fundamental, yakni bila penelitian dasar mempunyai hasil dan proses yang bisa digunakan pada batas waktu yang lama, sedangkan penelitian terapan mempunyai masa batasan yang sedikit.

Penelitian Terapan

  • Membahas mengenai topik spesifik tanpa harus mencari hal umum (menggeneralisasinya)
  • Memiliki misi pada variabel yang bisa menciptakan perbedaan yang diinginkan
  • Mengungkapkan fakta yang bisa diubah (bermasalah).
  • Berusaha merevisi fakta yang bermasalah
  • Hasil laporan menggunakan bahasa yang sederhana dan umum

Berdasarkan apa yang telah diungkapkan di atas, bisa diungkapkan bahwa penelitian dasar dan terapan memiliki tiga jenis penelitian dengan beberapa karakteristiknya, berikut diantaranya

Penelitian Kuantitatif

  • Data berupa numerik, non-deskriptif, memakai statistik atau matematika.
  • Prosesnya berulang dan terdapat bukti evaluasi.
  • Hasilnya sering kali dipresentasikan dalam grafik dan table.
  • Konklusif.
  • Penelitian ini akan menginvestigasi/melakukan mengenai apa, di mana dan kapan cara kerja dalam mengambil sebuah keputusan.

Penelitian Kualitatif

  • Data berupa naratif/non-numerik, deskriptif dan memakai penalaran.
  • Misi dari penelitian kualitatif adalah memperoleh makna yang dalam dan mendeskripsikan situasi.
  • Data kualitatif tidak bisa digambarkan.
  • Eksplorasi.
  • Mengidentifikasi mengapa dan bagaimana cara mengambil keputusan.
  • Ini menyelidiki mengapa dan bagaimana pengambilan keputusan.

Penelitian Campuran

Penelitian campuran merupakan penelitian yang melibatkan kedua metode yakni kuantitatif dan kualitatif. Sifat dari data penelitian campuran adalah variabel gabungan kata-kata dan gambar.

Jenis Penelitian lainnya

Penelitian Eksplorasi

Penelitian eksplorasi merupakan penelitian yang melibatkan pencarian literatur dan melaksanakan wawancara pada organisasi atau kelompok tertentu yang terfokus. Dengan penelitian eksplorasi kebutuhan ilmuwan mengenai pemahaman yang mendalam mengenai fenomena baru, kelayakan studi dan menentukan metode yang lebih baik dalam penelitian bisa dilakukan dengan lebih baik.

Misi dari penelitian eksplorasi itu sendiri adalah untuk mengidentifikasi dan memahami isu dan variabel yang esensial dari sebuah masalah.

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif fokus utamanya adalah untuk mengetahui mengenai “apa” dan berapa banyak dari “apa” tersebut. Sehingga dalam penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan seperti, “Apa ini”?

Penelitian Tindakan (Action research)

Penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian yang hasilnya merupakan temuan fakta, data dan informasi yang nantinya akan meningkatkan kualitas tindakan pada suatu kelompok, organisasi dan masyarakat (dunia sosial).

Penelitian klasifikasi/pengkategorian (Classification research)

  • Bertujuan untuk menemukan perbedaan
  • Bisa untuk menjelaskan suatu hubungan
  • Bisa berguna untuk mengkategorisasi suatu unit (teori) dalam kelompok

Penelitian Komparatif

Merupakan penelitian untuk mengetahui persamaan dan perbedaan secara detail antara setiap teori dari semua level dan tingkatan.

Penelitian Kausal

Esensi dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dari sebuah hubungan sebab akibat antar variabel.

Penelitian Pengujian Teori

Merupakan penelitian yang memiliki misi untuk mengetes seberapa kuat dan validitas sebuah teori.

Penelitian membangun teori

Merupakan langkah penelitian untuk merumuskan  dan membuat teori.

Penelitian Longitudinal

Kerap kali dimanfaatkan untuk pengumpulan data dari periode waktu yang berbeda. Ini dipakai dalam penelitian yang membutuhkan waktu yang panjang, sebab waktu yang digunakan akan sangat lama.

Penelitian longitudinal bisa berupa:

  • Penelitian sebuah tren, karakteristik kecenderungan suatu kelompok dari waktu ke waktu. Bisa juga mengetahui tingkat absensi dari suatu kelas/perusahaan dalam waktu satu tahun.
  • Bertujuan untuk subyek yang sama, seperti melacak seseorang dari waktu ke waktu.
  • Penelitian studi panel merupakan studi melacak contoh yang sama dari waktu ke waktu.
  • Longitudinal yang dalam penerapannya memakan waktu dan biaya yang mahal akan sangat berbeda dengan penelitian cross-sectional yang mana penelitian tersebut lebih cenderung untuk mengidentifikasi sebuah hubungan dari sebab akibat dari variabel.

Penelitian studi potong-lintang (cross-sectional)

Penelitian potong lintang atau cross-sectional adalah penelitian yang saat mengumpulkan data cukup sekali saja. Pengumpulan data bisa dilakukan selama satu hari, minggu dan bulan sekali. Dalam penerapannya studi cross-sectional memiliki sifat deskriptif atau eksploratif.

Penelitian Berorientasi Kebijakan

Penelitian yang memakai jenis ini berfokus pada sebuah pertanyaan mendalam, seperti ‘Bagaimana sebuah masalah bisa dipecahkan atau dicegah?

Laporan Penelitian

Harys
3 min read

Analisis Data

Harys
8 min read

Purposive Sampling

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *