Triangulasi

3 min read

Triangulasi adalah

Secara esensial triangulasi adalah pendekatan multi-metode yang dilaksanakan peneliti ketika menganalisis dan menghimpun data. Multi-metode ini biasanya digunakan pada penelitian kualitatif.

Daftar Isi

Pengertian

Triangulasi adalah penyilangan data yang telah didapat dari sumbernya. Maka dari itu nantinya hanya informasi atau data yang valid saja yang dipakai untuk memperoleh kesimpulan atau hasil penelitian.

Gagasan dari triangulasi merupakan bahwa kejadian yang sedang diteliti bisa diketahui dengan baik dengan cara pendekatan dari banyak perspektif sehingga kevalidan dan keandalan data yang didapat bisa pada level yang tinggi.

Melihat satu kejadian dari berbagai/banyak perspektif (sudut pandang) yang berbeda akan menjadikan data yang didapat bisa lebih andal dan reliabel. Sebab triangulasi merupakan teknik pengecekan kevalidan data yang menggunakan variabel lain dalam menilai hasil wawancara pada narasumber.

Hal yang paling esensial pada saat pelaksanaan penelitian adalah seorang peneliti (ilmuwan) itu sendiri. Ini disebabkan peneliti merupakan faktor penentu kualitas dalam jalannya penelitian kualitatif, ini mencakup apa yang sudah pernah dilakukannya pada penelitian sebelumnya.

Pengalaman meneliti bisa sangat berharga ketika menjalankan penelitian yang sedang dilaksanakan. Karena mereka yang telah berpengalaman akan lebih sensitif dan tahu dengan apa yang akan dan sedang dilakukan. Apalagi bila jenis penelitiannya adalah kualitatif, dimana peneliti harus menghilangkan sikap subjektif dan harus bersikap objektif dan netral.

Baca juga: Tahapan Penelitian

Jenis Triangulasi

Berikut beberapa jenis triangulasi yang bisa dilaksanakan oleh peneliti.

Triangulasi Metode

Merupakan triangulasi yang dilaksanakan dengan menghimpun data dengan cara atau metode lain. Dalam mengumpulkan data, penelitian kualitatif kerap kali memakai metode wawancara, survei dan observasi. Ini dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data yang benar dan gambaran yang nyata dari data yang dihimpun.

Pada triangulais ini peneliti bisa memakai perpaduan metode dalam mengumpulkan data misalnya adalah dengan memakai observasi dan wawancara yang berguna agar data bisa diamati dengan valid. Selain itu peneliti dapat memakai narasumber atau informan yang bervariasi agar kebenaran data bisa lebih meyakinkan.

Dengan banyak sudut pandang, bisa memungkinkan data atau informasi yang didapat bisa lebih akurat. Maka dari itu triangulasi metode dilaksanakan apabila data yang didapat dari narasumber kurang meyakinkan. Dengan begitu bila data sudah jelas dan terasa sudah akurat maka triangulasi tidak harus dilaksanakan.

Triangulasi Antar Peneliti

Adalah triangulasi yang dilaksanakan dengan metode lebih dari seorang peneliti dalam menganalisis dan menghimpun data. Dengan melaksanakan metode ini wawasan dan pengetahuan tentang data yang sedang didalami dari subjek penelitian akan semakin jelas. Meskipun begitu dalam pelaksanaanya, peneliti lain yang tergabung dalam triangulasi sebisa mungkin telah mempunyai pengalaman lebih tentang penelitian yang sedang dilangsungkan. Selain itu peneliti yang ikut serta juga harus objektif dan tidak memiliki keperluan yang bisa menghambat penelitian.

Triangulasi Sumber Data

Merupakan triangulasi yang dimanfaatkan untuk mendalami lebih jauh data dari narasumber dengan memakai banyak sumber data seperti arsip, buku, dokumen, hasil observasi dan hasil wawancara. Selain itu bisa juga mewawancarai banyak subjek agar prespektif data bisa lebih luas.

Dengan banyaknya data atau bukti pasti yang berbeda-beda dan bermacam-macam. Akan membuat perspektif atau pandangan bisa lebih beragam, luas dan dalam. Maka pengetahuan yang didapat bisa menjadi hal yang bisa diandalkan.

Triangulasi Teori

Maksud dari triangulasi ini adalah hasil atau kesimpulan dari penelitian kualitatif berbentuk formulasi informasi (thesis statement). Berikutnya informasi tersebut akan di komparasi dengan sudut pandang teori lain yang relevan untuk meminimalisir bias dari peneliti.

Manfaat lain dari triangulasi teori ini adalah membuat pengetahuan peneliti bisa lebih dalam. Namun syaratnya peneliti harus bisa mempunyai kemampuan untuk mendalami pengetahuan teoritik secara independen.  Dan harus mempunyai kemampuan expert judgement saat mengkomparasi hasil penelitian dengan sudut pandang lain. Kemampuan tersebut dimaksudkan agar peneliti bisa menanggulangi bila hasil yang ditunjukkan memiliki perbedaan yang jauh.

Berdasarkan pemaparan Sugiyono (2007), maksud dari teknik pengumpulan data triangulasi adalah teknik yang memiliki sifat untuk memadukan dari banyak metode pengumpulan data serta sumber data yang sudah ada. Berikut macam triangulasi menurut Sugiyono (2007):

Triangulasi Sumber

Triangulasi ini dilaksanakan untuk mengetes keabsahan data dengan cara menguji data yang sudah didapat dari berbagai sumber. Misalnya adalah menguji keabsahan data mengenai sikap siswa, maka penghimpunan data dan pengecekan data yang sudah didapat akan dilaksanakan ke teman siswa, orang tua dan guru.

Data yang telah terkumpul dari tiga sumber ini nantinya akan diambil kesamaannya layaknya pada penelitian kuantitatif. Namun nantinya dilanjutkan dengan klasifikasi, pendeskripsian untuk melihat perspektif mana yang sama, mana yang beda serta mana yang lebih detail dan mana yang tidak sesuai dengan data tersebut. Data yang sudah dianalisis nantinya akan ditarik kesimpulan dan berikutnya akan diuji kembali (member check) kesepakatan kesimpulan yang ada kepada tiga sumber data yakni orang tua, teman dan guru.

Triangulasi Teknik

Triangulasi ini dilakukan untuk mengetes keabsahan data yang dilaksanakan dengan metode menguji data kepada sumber yang sama dengan beberapa teknik yang bervariasi. Contohnya adalah data didapat dengan cara wawancara yang selanjutnya diuji  dengan dokumentasi, observasi atau kuesioner.

Jika dengan pengetesan data dapat menghasilkan data yang berlainan maka peneliti akan melaksanakan musyawarah atau diskusi lanjutan kepada sumber data terkait. Ini ditujukan agar data bisa diketahui keakuratannya. Bisa jadi data yang didapat semuanya akurat dimana perspektifnya saja yang berbeda.

Triangulasi Waktu

Pada triangulasi ini, peneliti akan mempertimbangkan waktu pengumpulan data bisa hari, jam, waktu sehabis makan, pagi , siang dsb. Karena waktu bisa mempengaruhi data yang diperoleh. Contohnya adalah data yang diambil dengan cara wawancara di sore hari disaat narasumber sudah santai dengan pekerjaan harian yang telah selesai. Maka besar kemungkinan narasumber bisa menjawab pertanyaan wawancara dengan lebih santai dan lugas.

Maka dari itu dalam pengecekan keabsahan data bisa dilaksanakan dengan pengujian observasi, wawancara atau dengan metode lain dengan waktu atau kondisi yang berbeda. Jika hasil pengujian mendapatkan data yang beda maka peneliti bisa melaksanakan pengujian secara berulang hingga memperoleh data yang pasti dan akurat.

Baca juga: Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Kesimpulan

Triangulasi merupakan metode atau cara yang bisa meningkatkan pemahaman dan kedalaman pengetahuan dari peneliti saat menghadapi sebuah masalah atau kejadian yang sedang diteliti. Walaupun bisa menambah beban tenaga, biaya dan waktu, triangulasi merupakan sesuatu yang penting pada saat penelitian kualitatif dilaksanakan.

Dengan adanya triangulasi pengetahuan dan pemahaman peneliti atas masalah atau kejadian dalam penelitian bisa terbantu. Maka dari itu peneliti dianjurkan untuk menggunakan triangulasi, terlebih untuk penelitian kualitatif yang membutuhkan data objektif dan netral.

Dimana penelitian kualitatif harus bisa memperoleh data atau arti informasi yang sebenarnya mengenai fakta, realita, indikasi, kejadian atau persoalan tentang sosial dan kemasyarakatan yang penuh kerumitan yang tidak mudah.

Kedalaman pengetahuan dan pemahaman akan didapat dengan data yang banyak dimana sudut pandang yang berbeda bisa membuat satu permasalahan bisa diselesaikan dengan cara yang tepat.

Maka dari itu triangulasi merupakan metode paling unggul untuk meminimalisasikan perbedaan konstruksi kenyataan yang terdapat pada konteks masalah. Ini dilakukan ketika menghimpun data mengenai berbagai fenomena dan hubungan dari berbagai perspektif. Ini semakin menegaskan bahwa triangulasi bisa membantu peneliti untuk menguji ulang tentang hasil penelitian dengan cara meng komparasinya dengan berbagai cara, teori, metode dan sumber penelitian.

Laporan Penelitian

Harys
3 min read

Analisis Data

Harys
8 min read

Purposive Sampling

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *