Cross Sectional

2 min read

Cross Sectional adalah

Secara garis besar cross sectional merupakan desain studi yang membahas mengenai korelasi paparan dan penyakit dengan metode memeriksa kedua status secara bersamaan dalam waktu yang sama juga.

Pengertian

Studi atau penelitian cross-sectional adalah penelitian yang pada saat melakukan desain penghimpunan data dilaksanakan pada satu waktu, bila dilihat dari kejadian yang sedang diteliti maka penghimpunan data dilaksanakan dalam satu waktu. Cross-sectional memiliki fungsi kegunaan untuk menjabarkan status kejadian atau keterkaitan kejadian dalam satu waktu.

Pada saat pelaksanaannya penelitian cross sectional tidak ada follow-up dan pada saat pemeriksaanya akan melihat status dan karakteristik dari fenomena atau kejadian yang sedang diteliti.

Ketika penghimpunan data penelitian ini akan melakukannya pada satu waktu, dimana datanya akan diklasifikasikan menjadi empat, yakni:

  • Orang yang terkena paparan dan sakit.
  • Terkena paparan dan tidak sakit.
  • Tidak terkena paparan dan sakit
  • Tidak terkena paparan dan tidak sakit.

Karakteristik dari cross sectional adalah jumlah kesemuanya dari sampel (n) memiliki ciri tetap dan ditentukan secara acak dari dalam populasi dan selanjutnya setiap subjek akan dikategorikan berdasarkan status paparan dan penyakitnya. Berikut merupakan table dari pemaparan di atas:

penelitian cross sectional adalah

Tujuan Cross Sectional

Ketiga tujuan ini merupakan pendapat dari Budiarto (2004.

  • Mendapatkan kebiasaan dan insidensi satu atau lebih dari suatu masalah yang telah ditetapkan pada satu waktu di dalam masyarakat.
  • Terjadinya sebab akibat akan diperhitungkan secara jelas pada sebuah permasalahan yang ada di masyarakat.
  • Memperkirakan risiko pada setiap golongan, relatif, risiko dan atribut.

Pengetahuan mengenai penelitian cross sectional hingga penjabaran ini bisa dikatakan merupakan cara pengumpulan dan analisis data yang dilaksanakan satu waktu. Berikut merupakan parameter dari penelitian cross-sectional yang wajib dimengerti oleh setiap peneliti:

Penelitian ini bisa melakukan lebih dari satu masalah, penelitian ini dalam pelaksanaanya bisa mengimplementasikan pada banyak variasi. Variasi yang dimaksud bisa berupa masyarakat, keluarga, organisasi dsb. Variabel yang dikaitkan juga bisa bervariasi mulai dari pendidikan, perolehan uang, pengeluaran dsb.

Pada penelitian ini data akan dikumpulan dalam satu kali jalan. Artinya adalah peneliti akan melakukan penelitian cross sectional dan memasukan data yang telah dihimpun dan diolah dalam satu waktu, tanpa batas tanpa penundaan. Keterkaitan setiap variabel yang ada dapat menciptakan berbagai topik. Agar lebih mendalam mengenai penelitian ini, peneliti bisa melihat cara kerja dari penelitian eksperimental, dimana data akan dihimpun dan dianalisis pada waktu yang runtut.

Data dapat dihitung atau kuantitatif. Data jenis kuantitatif dapat dipakai untuk melakukan penelitian cross sectional. Selain itu data kontekstual pada teks yang merupakan data wawancara juga dapat dipakai asal nantinya bisa dihitung atau dikuantifikasi. Maksud dari data kuantitatif ini adalah dalam pengukuran atau penilaiannya harus jelas, sehingga penelitian ini sering digolongkan sebagai penelitian kuantitatif.

Perhatikan juga: Populasi dan Sampel Penelitian

Metode Penelitian Cross Sectional

Penelitian ini memiliki langkahnya, berikut urutan berdasarkan penuturan dari  (Notoatmodjo, 2002):

Identifikasi variabel serta mengenali aspek yang berhubungan mengenai resiko dan akibat.

  • Menentukan subjek penelitian, mulai dari situasi dan jumlah sampel yang diambil pada aktivitas penelitian.
  • Observasi variabel yang memiliki aspek resiko dan aspek akibat dengan cara bersama, ini berlandaskan pada status situasi variabel pada pengumpulan data.
  • Analisis perbandingan atau korelasi ukuran setiap hasil grup yang diobservasi pada aktivitas penelitian.

Contoh Penelitian Cross Sectional

Perilaku makanan cepat saji adalah penyebab dari paparan penyakit kegemukan. Pada penelitian ini baik penyebab maupun akibat akan diteliti pada waktu yang sama.

Kelebihan dan Kekurangan Cross Sectional

Kelebihan 

  • Peneliti tidak perlu memerlukan waktu yang panjang saat melaksanakan penelitian. Karena peneliti bisa melaksanakan penghimpunan data dsb dalam satu waktu.
  • Sebagai langkah pertama sebagai penelitian lanjutnya untuk penelitian cohort dan penelitian eksperimental.
  • Dapat dilaksanakannya penelitian pada beberapa aspek pada satu waktu.
  • Bisa untuk mempermudah program budgeting dan perencanaan.

Kelemahan

  • Susah dalam menentukan hubungan sebab akibat dalam data observasi pada satu waktu.
  • Tidak dapat dipraktikan pada penelitian dengan masalah yang jarang atau langka terjadi.

Simak juga: Penelitian Korelasional

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan diatas bila ditarik kesimpulannya maka penelitian cross sectional memiliki misi untuk memperoleh sampel dari populasi dalam satu waktu. Selanjutnya peneliti akan mengamati status data (individu) yang ada pada satu waktu pada sampel. Ini mengindikasikan bahwa setiap subjek yang telah diperiksa akan diobservasi satu kali dan pengukuran akan dilakukan kepada status yang memiliki sifat variabel subjek.

Untuk mempermudah pelaksanaan penelitian cross sectional, peneliti bisa menggunakan aplikasi SPSS. Bila menggunakan aplikasi ini data yang digunakan harus bersifat digital meskipun data sebelumnya merupakan data fisik.

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Pendekatan Penelitian

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *