Desain Penelitian

3 min read

Pengertian Desain Penelitian Adalah

Agar penelitian bisa berjalan sesuai dengan pedoman dan tidak menyimpang, maka desain penelitian merupakan salah satu strategi yang bisa dilakukan. Dengan adanya desain penelitian tujuan penelitian bisa lebih mudah diraih.

Pengertian

Desain penelitian adalah rangkaian prosedur dan metode yang dipakai untuk menganalisis dan menghimpun data untuk menentukan variabel yang akan menjadi topik penelitian.

Bisa juga didefinisikan sebagai strategi yang dilakukan peneliti untuk menghubungkan setiap elemen penelitian dengan sistematis sehingga dalam menganalisis dan menentukan fokus penelitian menjadi lebih efektif dan efisien.

Masalah yang sedang digarap pada sebuah penelitian akan menentukan desain penelitian jenis apa yang cocok untuk dipilih. Hal tersebut juga menentukan alat apa yang cocok dan cara yang digunakan untuk mengatasi masalah dalam penelitian.

Menentukan dan Desain Penelitian

Desain penelitian yang cocok dan powerful akan membuat data yang diperoleh bisa lebih relevan dan akurasinya bisa terjaga. Untuk itu berikut merupakan elemen desain penelitian agar proses penelitian bisa lebih maksimal:

  • Mengajukan pertanyaan dari tujuan penelitian secara akurat.
  • Tentukan teknik yang akan diterapkan untuk mengumpulkan dan menganalisis penelitian.
  • Tentukan Metode yang digunakan untuk menganalisis rincian yang dikumpulkan.
  • Pastikan jenis metodologi penelitian yang digunakan.
  • Ukur segala kemungkinan dalam saat penelitian berlangsung.
  • Membuat Timeline (Jadwal).
  • Melakukan analisis.

Dengan adanya desain penelitian yang tepat maka penelitian akan sukses dan bisa berhasil memberikan wawasan yang akurat dan tidak memihak. Ada empat karakteristik utama yang bisa diusahakan peneliti agar mempunyai desain penelitian yang canggih:

  • Netralitas, ketika mengadakan penelitian, peneliti harus berasumsi bahwa data yang dikumpulkan harus netral dan terbebas dari bias.
  • Reliability (terpercaya), Dengan penelitian yang dilaksanakan secara berkesinambungan, peneliti akan menghasilkan kesimpulan dan data yang sama setiap saat. Maka dari itu peneliti harus bisa menciptakan pertanyaan yang bisa membuat data bisa diandalkan keakuratannya.
  • Validitas, terdapat beberapa cara untuk mengukur dan mengolah data. Namun hal yang bisa diandalkan untuk pengolahan data yang valid adalah dengan menimbang kembali apa yang menjadi tujuan penelitian. Selain itu melihat asal usul data juga bisa untuk menunjang validitas.
  • Generalisasi, output dari desain penelitian harus merupakan representasi dari sampel umum bukan sampel yang terbatas (khusus). Dengan sampel umum yang lebih luas, menyiratkan bahwa survei yang dilakukan mencakup kalangan yang luas dan bisa dimana saja.

Cermati juga: Teknik Analisis Data

Jenis Desain Penelitian

Faktor di atas akan mempengaruhi cara responden penelitian menjawab pertanyaan penelitian, sehingga karakteristik di atas harus mempunyai keseimbangan dan pilih desain yang baik.

Peneliti harus memiliki pemahaman yang jelas terhadap berbagai macam jenis desain penelitian. Ini agar dalam implementasi dalam penelitian bisa berjalan lancar.

Secara umum desain penelitian bisa diklasifikasikan secara besar dalam dua kelompok, yakni desain penelitian kualitatif dan desain penelitian kuantitatif. Salah satu perbedaan yang bisa diketahui dari keduanya adalah sebagai berikut:

Desain Penelitian Kualitatif

Merupakan desain yang menentukan hubungan antara penghimpunan data dan observasi berdasarkan kalkulasi matematika. Teori yang berhubungan dengan kejadian yang ada secara natural bisa dibantah dan dibuktikan dengan metode statistik. Biasanya peneliti akan menggunakan desain ini untuk melakukan kesimpulan dari teori yang berdasarkan dari pertanyaan mengapa, apa yang diungkapkan responden.

Desain Penelitian Kuantitatif

Merupakan dimana kesimpulan statistik pada pengumpulan data, informasi dan pengetahuan sangat diprioritaskan. Jumlah responden yang menyediakan pandangan yang berbeda dari pertanyaan penelitian juga lebih diutamakan dari pada jumlah yang banyak tapi memiliki pandangan yang sama. Pada metode desain penelitian kuantitatif ini data yang diambil dari responden yang dianalisis akan sangat membantu keputusan kesimpulan.

Lebih lanjut desain penelitian juga bisa dipecah menjadi lima kategori, berikut diantaranya:

Desain Penelitian Deskriptif

Pada desain deskriptif peneliti semata-mata akan berfokus pada penggambaran situasi pada masalah yang ada. Tujuan dari desain ini sendiri adalah untuk menggambarkan, menjelaskan dan mendeskripsikan segala situasi, fakta dan kondisi tentang masalah yang ada secara akurat dan sistematis.

Simak juga: Penelitian Deskriptif

Ini adalah metode desain berbasis teori yang dibuat dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data yang dikumpulkan. Desain deskripsi ini sering itu sendiri ada dua kategori yakni survei dan studi kasus.

Desain Penelitian Eksperimental

Pada desain eksperimental ini merupakan jenis penelitian yang menetapkan sebuah hubungan sebab akibat dari situasi dari sebuah topik yang dikaji. Pada penelitian ini peneliti akan mengamati sebuah dampak yang telah disebabkan oleh variabel satu dengan variabel lainnya.

Penelitian ini sering dipakai pada ilmu sosial untuk mengamati dan menganalisis dua kelompok (masyarakat) manusia. Peneliti bisa meminta responden penelitian untuk mengubah tindakan dan apa yang diperbuatnya sehingga peneliti bisa mengamati setiap reaksi yang ada dalam sebuah kelompok yang diteliti.

Desain Penelitian Korelasional

Pada desain korelasional ini adalah teknik desain non-eksperimental yang membantu peneliti untuk menciptakan hubungan antara dua variabel yang saling terkait. Desain ini membutuhkan dua entitas yang berbeda. Pada penelitian ini tidak perlu ada asumsi saat mengevaluasi hubungan yang berbeda dari dua variabel.

Desain Penelitian Diagnostik

Pada desain ini peneliti akan mengevaluasi penyebab dasar dari sebuah topik atau fenomena tertentu. Dengan penelitian ini, seseorang akan lebih mudah mengidentifikasi faktor apa saja yang membuat tujuannya terhambat.

Desain ini terdapat tiga bagian, yakni rumusan masalah, diagnosis masalah dan solusi untuk masalah.

Desain Penelitian Eksplanatori

Ide dari desain penelitian ini adalah peneliti akan mengeksplorasi suatu subjek penelitian untuk dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini akan merangkum dan menjabarkan faktor apa saja yang belum diungkapkan dari subjek yang diteliti. Mulai dari penjelasan apa, siapa, bagaimana, mengapa.

Pahami juga: Paradigma Penelitian

Kesimpulan

Desain penelitian merupakan langkah agar penelitian bisa dilakukan dan dapat diidentifikasi setiap detail langkah/tahapannya. Sehingga dalam perjalanannya peneliti akan mendapat panduan dan tujuan penelitian tidak melenceng. Semacam panduan yang fleksibel dan tidak seketat dalam menjalankan prosedur, desain penelitian merupakan peta agar peneliti bisa tahu sedang dimana dan arah mana yang harus dituju dari aktivitas penelitian.

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *