Skala Pengukuran

3 min read

Skala Pengukuran

Skala pengukuran adalah persetujuan bersama yang dipakai sebagai rujukan untuk memastikan besar kecilnya jeda atau selang yang terdapat pada alat ukur. Skala pengukuran tersebut jika dipakai pada perhitungan atau pengukuran dapat menghasilkan data kuantitatif hal tersebut merupakan pendapat dari Sugiyono (2006, p.84).

Pengertian

Skala pengukuran merupakan penyeleksian sebuah kategori yang mana setiap kategori yang ditentukan akan memiliki nilai yang berbeda.

Secara sederhana skala adalah alat atau metode untuk menyeleksi minat suatu individu dengan variabel yang dipelajari. Pada saat melaksanakan analisis statistik, penyeleksian jenis data akan sangat membantu pada penentuan instrumen uji statistik yang dipakai.  Sekaran (2006:15).

Level atau Tingkatan Skala Pengukuran dalam Penelitian

Lihat juga: Variabel Penelitian

Macam-Macam Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan sebuah pedoman yang dipakai untuk memastikan besaran interval yang terkandung dalam alat ukur.

Macam dan Jenis Skala Pengukuran dalam Penelitian

Berdasarkan penuturan Stevens skala pengukuran pada ilmu alam bisa diklasifikasikan dalam empat kategori, berikut macam skala pengukuran dan penjelasannya:

Skala Nominal

Skala nominal atau bisa juga diartikan sebagai skala kualitatif, merupakan skala data yang berguna untuk menyeleksi ada tidaknya tingkatan pada sebuah data. Ini kerap menyeleksi klasifikasi berlandaskan jenjang tingkatan atau urutan.

Agar pembaca bisa lebih mengerti, berikut merupakan karakteristik skala nominal:

    • Golongan data lebih mutually exclusive, maksudnya adalah pada objek hanya mempunyai satu kategori.
    • Golongan data tidak mempunyai aturan yang masuk akal karena aturannya bisa bebas.

Contoh Skala Nominal

    1. Contoh yang kerap kali dipakai pada skala nominal adalah variabel asal atau nama kota tempat tinggal, misalnya tinggal di kota Semarang, Yogyakarta, Purwokerto dsb. Variabel tempat tinggal ini hanya sebagai pembanding  dan tidak mengarah pada level atau ukuran khusus. Ini menunjukan bahwa orang yang tinggal di Yogyakarta maupun Purwokerto tidak lebih baik atau sebaliknya.
    2. Contoh lain dari skala nominal adalah jenis kelamin dimana didalamnya ada laki-laki dan perempuan. Kedua variabel tersebut adalah setara yang berarti tidak ada yang lebih unggul atau sebaliknya.
    3. Contoh berikutnya adalah menerangkan mengenai agama yang dianut ada Hindu, Konghucu, Budha, Shinto, Islam, dan Kristen. Karakteristik pada variabel agama yang dianut tidak menunjukan tingkatan apapun, seperti yang telah dibilang bahwa hal tersebut digunakan untuk pembeda.

Perlu diketahui bahwa dalam penelitian seringkali terdapat atribut atau simbol yang dipakai untuk pembeda. Contohnya pada tempat tinggal ada Semarang menggunakan simbol 1 sedangkan Purwokerto menggunakan simbol 0. Dalam hal ini simbol hanya digunakan untuk pembeda bukan untuk tingkatan lebih tinggi atau rendah.

Skala Ordinal

Skala pengukuran ordinal merupakan bisa juga disebut skala kualitatif, pada skala ini data akan diklasifikasikan menjadi urutan atau level tingkatan. Contohnya adalah mengklasifikasikan kemampuan siswa dalam pembelajaran menjadi empat tingkatan, yakni: cerdas, pintar, sedang dan kurang.

Hal lain yang bisa menjelaskan skala ordinal adalah penjelasan sudut pandang setiap narasumber pada sebuah pemahaman atau pertanyaan. Atau bisa penerapan skala likert dimana responden akan memberikan jawaban antara satu hingga lima mengenai bagus tidaknya sebuah usul atau film.

Berikut merupakan karakteristik skala ordinal

    • Golongan data data tertentu saling terpisah.
    • Golongan data akan dipastikan berlandaskan jumlah sifat tertentu yang dipunyainya.
    • Golongan data dapat diciptakan berdasarkan besar kecilnya sifat yang dipunyainya.

Contoh Skala Ordinal

    1. Contoh pada skala ordinal ini bisa menyatakan ekspresi mengenai sebuah pernyataan. Misalnya pada tingkat kemahiran seseorang pada cabang/keahlian tertentu dinyatakan dengan pernyataan istimewa, bagus, sedang, buruk, buruk sekali. Pada variabel istimewa hingga buruk sekali menunjukan sebuah tingkatan dari tinggi ke rendah.
    2. Contoh lainnya yang sering digunakan adalah pada simbol angka pada ranking kelas atau rangking lain ataupun simbol huruf pada perkuliahan.

Skala Interval

Pada skala pengukuran penyeleksian akan membuat sebuah klasifikasi dengan jeda atau jarak pada sebuah kategori yang memiliki sifat sama. Pada skala pengukuran interval tidak ada nilai nol absolut atau mutlak. Contohnya adalah pada saat mengklasifikasikan berat badan menjadi 3 interval yakni: 34-39, 44-49, 54-59.

Ini adalah karakteristik dari skala interval:

    • Golongan data mempunyai karakter yang saling terpisah
    • Golongan data mempunyai aturan yang terstruktur logis dan tidak bebas.
    • Golongan data dipastikan berlandaskan jumlah sifat tertentu yang dipunyainya.
    • Disimilaritas sifat yang sama akan tergambar pada dissimilar yang sama pada jumlah yang digunakan pada golongan data.
    • Satu titik dalam skala merupakan lambang dari angka nol ini dikarenakan skala ini tidak mempunyai nilai nol absolut.

Contoh Skala Interval

    1. Pada contoh skala interval yang sering dipakai adalah penanda waktu, yakni jam 00.00, dimana waktu bukan berarti tidak ada nilainya namun jam 00.00 menunjukan waktu jam 12 petang.
    2. Contoh lainnya adalah pada suhu, contohnya tempat yang mempunyai suhu 0 derajat celcius. Bukan berarti pada tempat tersebut tidak ada suhunya namun angka 0 menunjukan bahwa skala interval 0 bukan nilai yang absolut.

Skala Rasio

Skala pengukuran rasio adalah skala perpaduan dari karakter skala di atas. Rasio ini mempunyai nilai nol absolut dan datanya bisa dibagi dan juga bisa dikalikan. Namun jeda/karak tiap klasifikasinya tidak sama sebab tidak diciptakan dengan model rentang interval.

Karakter utama pada skala rasio adalah adanya nilai nol absolut atau mutlak dan tidak bisa dijelaskan secara sembarangan. Sehingga pada sampel bisa menentukan usia sebuah kelompok pada sebuah desa dari 0 tahun hingga 70 tahun.

Contoh Skala Rasio

    1. Contoh pada skala rasio bisa dipakai pada berat badan, misalnya berat badan Dini adalah 63 Kg sementara berat badan Rudi adalah 90 Kg. Pada kondisi ini bisa dinyatakan bahwa jarak berat badan Dini dengan Rudi adalah 27 Kg.
    2. Contoh lainnya adalah nilai ulangan harian pelajaran Biologi Romy adalah 30, sementara Tio adalah 90. Maka nilai rasionya bisa dikatakan bahwa nilai Romy adalah tiga kalinya nilai Tio.

Baca juga: Prosedur Penelitian

Keunggulan dan Kekurangan

Tipe skala Pengukuran
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tipe_skala_pengukuran

Keunggulan dalam pemakaian sebuah skala dalam menyeleksi sebuah kategori satu dengan yang lain sangatlah efektif dan efisien. Parameter setiap kategori yang bisa diperoleh bisa terlihat dengan jelas.

Sementara untuk kekurangannya adalah, skala yang memiliki nilai tinggi (interval dan rasio) bisa diganti ke sebuah skala yang lebih rendah (ordinal dan nominal), namun bila dilakukan kebalikannya skala tersebut tidak berjalan.

Kesimpulan

Pada penelitian atau statistik untuk pengukuran, variabel atau angka akan ditentukan dan diklasifikasikan menggunakan skala yang bermacam-macam. Setiap tingkatan skala pengukuran terdapat karakteristik tertentu yang menentukan cara penggunaan analisis ini. Pada penjelasan di atas telah disampaikan karakteristik tersebut dalam jenis atau macam skala pengukuran.

Analisis Korelasi

Harys
2 min read

Manfaat Membaca Karya Ilmiah

Harys
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *