Instrumen Penelitian

4 min read

Pengertian dan Apa itu Instrumen Penelitian

Salah satu faktor yang menjadikan penelitian bisa unggul dan berkualitas adalah adanya Instrumen penelitian. Kebutuhan akan Instrumen penelitian merupakan hal wajar mengingat betapa signifikannya faktor tersebut dalam aktivitas penelitian.

Pengertian

Instrumen penelitian adalah perangkat yang dipakai oleh peneliti (ilmuwan) untuk memperoleh informasi/data yang nantinya digunakan untuk menganalisis masalah yang ada. Pada dasarnya instrumen penelitian sangat bergantung pada data yang telah diperoleh atau didapatkan.

Secara sederhana instrumen penelitian merupakan alat yang dipakai peneliti untuk mengukur, mengumpulkan dan menganalisis data yang berhubungan dengan subjek atau masalah penelitian. Instrumen penelitian bisa berupa survei, kuesioner tes, timbangan, atau bahkan checklist.

Untuk memastikan kekuatan studi Anda, penting untuk menggunakan instrumen yang tepat dan tervalidasi sebelumnya!

Maka dari itu dalam memilih instrumen penelitian (pengambilan data) terdapat berbagai macam cara, tergantung penelitian apa yang akan dilakukan.

Hal yang paling mendasar dan perlu diketahui adalah bahwa instrumen penelitian itu sangat terikat dengan data yang diperlukan, maka dari itu ketika menentukan instrumen penelitian haruslah berbeda dengan yang lainnya.

Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli

instrumen penelitian menurut para ahli

Sebelum menuju jenis-jenis instrumen penelitian yang ada, mari kita simak pengertian instrumen penelitian menurut para ahli agar pemahaman dan wawasan tentang instrumen penelitian bisa semakin dalam.

Sugiyono (2009)

Instrumen penelitian menurut Sugiyono adalah perangkat bantu yang dipakai oleh ilmuwan dalam menakar kejadian alam, sosial yang berdasar pada variabel penelitian.

Sukmadinata (2010)

Sedangkan menurut Sukmadinata, instrumen penelitian merupakan alat uji yang mempunyai sifat menilai, mengukur, menakar sebuah informasi dengan menggunakan penjelasan & pertanyaan pada penelitian. Hal tersebut dilaksanakan dengan menciptakan esensi secara jelas dari tujuan penelitian.

Berdasarkan pernyataan para ahli tentang pengertian instrumen di atas bisa dikatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu peneliti untuk menilai, menakar dan mengukur sebuah data/informasi dengan menggunakan metode empiris dan terstruktur (sistematis).

Instrumen penelitian merupakan acuan dari berbagai metode yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data/informasi dari responden yang nantinya akan diukur, dinilai dan ditakar.

Nantinya kesimpulan penelitian merupakan hasil dari apa yang diungkapkan oleh data yang telah dikumpulkan. Dimana pada dasarnya data bisa diperoleh dari dua sumber utama yakni sumber primer dan sekunder.

Baca juga: Cross Sectional

Jenis Instrumen Penelitian

Setelah mengetahui pengertian dan penjelasan apa itu instrumen penelitian, sekarang masuk pada jenis dari instrumen penelitian itu sendiri. Dimana penelitian masuk pada pengumpulan data/informasi yakni dengan Observasi, Tes, Dokumentasi, Wawancara dan Angket/Kuesioner. Berikut penjelasannya.

Wawancara

Pada jenis instrumen penelitian ini, penghimpunan informasi dilakukan dengan menanyai responden dengan cara wawancara. Instrumen ini sering digunakan pada penelitian kualitatif. Keuntungan dari pelaksanaan instrumen ini adalah tidak melaksanakan penjumlahan dengan statistika seperti halnya kuesioner.

Dalam melaksanakan wawancara peneliti harus bisa berpikir kritis, mengajukan pertanyaan yang tepat serta berkomunikasi dengan baik agar data yang diambil bisa tepat guna.

Kuesioner

Perangkat pengumpul data/informasi pada penelitian kali ini adalah angket atau kuesioner. Instrumen penelitian kali ini sering kali dihubungkan pada saat mengadakan penelitian kuantitatif. Dimana data yang difokuskan untuk dikumpulkan akan berjumlah banyak. Ini disebabkan responded akan diberikan data yang memiliki jawaban tertutup & terbuka.

Sifat dari pertanyaan yang terdapat pada angket merupakan permasalahan yang paling krusial dalam laporan penelitian.

Observasi

Observasi adalah aktivitas dalam pengumpulan data dengan cara mengamati dengan teliti objek penelitian. Aktivitas observasi diantaranya adalah mencatat, merekam dan menggambarkan secara detail setiap situasi dan keadaan objek penelitian. Nantinya data yang telah dikumpulkan disusun secara jelas dan transparan.

Kelebihan dan Kekurangan Observasi

Kelebihan

    • Bisa mengamati secara langsung keadaan, aktivitas, situasi dari objek penelitian.
    • Informasi yang didapat bisa lebih akurat dan aktual.

Kekurangan

    • Objek penelitian bisa berperilaku berbeda saat diadakannya observasi karena objek penelitian merasa sedang diamati dan dilihat (observasi).
    • Terdapat distraksi atau keadaan yang tidak menentu selama pengamatan, karena kegiatan observasi dilakukan secara langsung.
    • Terdapat aktivitas yang tidak bisa diobservasi, ini disebabkan objek penelitian yang memiliki privasi atau sesuatu yang memang harus dirahasiakan.
    • Pelaksanaanya harus dilakukan oleh peneliti yang senggang, sabar, ulet dan teliti. Karena dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu yang relatif lama.

Teknik Observasi

Terdapat dua teknik observasi yang bisa dilakukan untuk menunjang pengumpulan data pada sebuah penelitian, berikut penjelasannya:

(Participant Observation) Observasi Partisipasi 

Teknik ini dilaksanakan dengan cara peneliti langsung berhadapan dengan responden dan melaksanakan aktivitas bersama. Peneliti akan menggali setiap data yang diperlukan. Sifat observasi ini adalah terbuka, karena peneliti dan responden saling berhadapan secara langsung serta mengetahui satu sama lain.

 (Non Participant Observation) Observasi Non Partisipasi

Teknik ini dilaksanakan tanpa adanya peneliti di hadapan langsung pada responden. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara berbeda tempat atau berbeda jarak. Ini dilakukan agar responden bisa lebih natural untuk di observasi sehingga data yang digali bisa lebih maksimal.

Dokumentasi

Sistem lain yang bisa digunakan untuk menghimpun informasi adalah dengan memakai dokumentasi. Dokumentasi bisa memungkinkan peneliti dalam mengatur desain dan waktu saat mengumpulkan data.

Kekurangan dan Kelebihan Dokumentasi

Kekurangan

Hal kekurangan yang bisa ditemui saat melakukan dokumentasi pada instrumen penelitian adalah:

    • Membutuhkan kebenaran dari dokumentasi agar nantinya informasi bisa dipercaya dan reliabel.
    • Seiring berjalannya aktivitas penelitian bisa memungkinkan bahwa dokumentasi kurang lengkap, sehingga peneliti (ilmuwan) bisa kesusahan.

Kelebihan

    • Gambaran dan penjelasan data/informasi dari masa lalu bisa disajikan, selain itu dokumentasi hari ini bisa bermanfaat untuk penelitian di kemudian hari.
    • Data atau informasi pada masa lalu dan masa sekarang bisa dijadikan perbandingan dan rujukan.
    • Bisa menyajikan beragam jenis informasi mengenai responden dengan lebih detail mulai dari foto, informasi biodata, informasi orang tua, latar belakang, keadaan, lingkungan, informasi psikologi hingga kesehatan dan pendidikan.

Sumber Dokumen

Referensi atau sumber dokumen pada instrumen penelitian terbagi dalam empat jenis, yakni:

  • Dokumen primer, merupakan dokumen yang bisa didapat pada objek peneliti seperti responden. Tingkat nilai dari dokumen ini bisa dipertanggung jawabkan.
  • Dokumen sekunder, merupakan dokumen yang bisa didapat bukan dari sumber asli. Ini biasanya didapat dari kesaksian orang lain, seperti dalam surat kabar, makalah dan laporan penelitian. Tingkat nilai dari dokumen ini tidak sekuat dokumen primer yang informasinya berasal dari penelitian yang telah dilakukan oleh subjek peneliti secara langsung.
  • Dokumen resmi, jenis dokumen ini dibuat atau dihasilkan oleh institusi resmi, contoh dari dokumen resmi adalah STNK motor, SIM, rapor kelas, nilai ujian dan arsip negara.
  • Dokumen tidak resmi, pada dokumen ini bisa diperoleh oleh institusi yang tidak resmi namun bisa memuat informasi yang berhubungan dengan sebuah berita atau fenomena, contohnya adalah pada dokumen koran, majalah dsb.

Tes

Jenis instrumen penelitian kali ini merupakan aktivitas penghimpunan data dengan cara pengujian pengetahuan, kemampuan, sikap, keterampilan, bakat dan intelektual.

Macam Instrumen Penelitian Tes

Terdapat lima macam cara untuk mendapatkan informasi pada instrumen penelitian tes ini, berikut detail dan penjelasannya:

  • Tes bakat, yakni pengujian yang dipakai untuk menakar dan mengetahui kecakapan bakat suatu individu.
  • Sikap, adalah pengujian yang dipakai dalam menilai kegemaran, kehendak, keinginan pada ranah afektif (sikap).
  • Kepribadian, merupakan pengujian yang dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian suatu individu.
  • Tes intelegensia, yakni pengujian yang dimanfaatkan sebagai pengukuran level intelektualitas pada individu yang diteliti.
  • Tes prestasi, adalah pengujian yang dimanfaatkan untuk menilai level capaian individu pada sebuah bidang, contohnya penilaian pada kemampuan olahraga maupun akademik.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan artikel ini, instrumen penelitian merupakan tahap krusial dalam sebuah penelitian, maka penting bagi peneliti untuk menciptakan formulasi yang tepat dalam instrumen penelitian.

Seringkali narasumber atau responden tidak akan memberikan keterangan atau informasi lengkap, maka dari itu diperlukan tambahan dari buku atau jurnal yang terpercaya.

Tips lainnya adalah temukan teman yang ahli dalam bidang yang diteliti atau cari kampus yang memiliki fakultas yang berkaitan dengan penelitian. Banyak dari mereka memiliki keahlian dalam merancang  instrumen penelitian dan dapat membantu proses ini.

Laporan Penelitian

Harys
3 min read

Analisis Data

Harys
8 min read

Purposive Sampling

Harys
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *